Matahari bercincin pelangi (Halo)
Filed Under (All, Dunia, Uncategorized) by Ph4][)HL1 R4Ph1Q1 on 23-07-2008
Tagged Under : Awan Cirrus, Buk, Cahaya, Cirrocumulus, Cirrostratus, Gerhana Matahari Cincin, Giru, Googling, Hasil, Karena, Kerap, Kristal, Lapisan Udara, Luas, Optikal, Pengen, Saking, Saya, Tipis, Ya Ya
Pagi ini saat lagi belajar di kelas, tiba2 HP saya bergetar, ternyata dari papa, aneh.. jam segini sms?? trus saya diam2 bacax, isix kira2 kayak gini:
“Fad cepat keluar ada gerhana matahari cincin sekarang”Trus saya pengen dong ngeliatnya, langsung minta permisi ke giru,
“Buk, permisi bentar, penting”
“Eh,eh.. tunggu dulu, baju kamu masukin dulu”
“hehe, iya2″ cengengesan
Hmmm.. setelah saya liat, saya bingung, ini gerhana ato bukan ya.. trus sampe di rumah, langsung deh googling, hmm… tambah bingung lagi, ga ada yang membahas tentang gerhana… aneh…
Trus keywordx saya ganti dari ‘gerhana matahari’ menjadi ‘matahari pelangi’, wah ternyata ada hasil, aq baca terus.. mulai mendapat pencerahan..
ya ya ya ya… ini bukan gerhana..
tapi adalah fenomena halo
Fenomena Halo adalah fenomena optikal berupa lingkaran cahaya di sekitar Matahari dan Bulan. Fenomena Halo adalah lingkaran seakan-akan pelangi mengelilingi matahari. Fenomena ini lebih kerap terjadi di negara Eropa dan Amerika. Fenomena Halo ini terbentuk karena adanya kristal es di awan cirrus yang berada di ketinggian 10 kilometer dari bumi.
Cirrostratus bersama Cirrus dan Cirrocumulus termasuk ke dalam kelompok awan tinggi dengan ketinggian 6.000 - 18.000 meter di atas permukaan air laut untuk daerah tropis. Awan ini berbentuk lembaran tipis yang tersusun oleh butiran es. Meskipun demikian cirrostratus mampu menutup keseluruhan langit dengan ketebalan beberapa ribu kaki. Karena wujudnya secara relatif transparan, maka matahari atau bulan masih dapat terlihat meski tertutup olehnya. Awan tingkat tinggi ini secara spesifik terbentuk ketika lapisan udara yang terhampar luas terangkat oleh karena terjadi pemusatan dalam skala yang besar.
Saking tipisnya awan ini, sehingga kadangkala satu-satunya tanda kehadirannya adalah adanya suatu lingkaran cahaya di sekeliling matahari atau bulan. Lingkaran cahaya yang lebih dikenal dengan nama halo ini merupakan hasil pembiasan cahaya matahari/bulan oleh butiran es, sehingga menciptakan suatu lingkaran cahaya dengan radius bersudut 221/2o atau 46o. Kadangkala muncul potongan cahaya berwarna pelangi (sundogs) pada lingkaran cahaya di kedua sisi matahari/bulan.
Pada saat matahari berkedudukan rendah di atas kaki langit, awan cir ostratus dapat terlihat dalam suatu susunan warna yang sangat bagus sebagaimana panjang gelombang cahaya tampak (merah, kuning, dan oranye) sebagai wujud pencerminan awan tersebut. Pada kesempatan lain, awan Cirrostratus yang tebal memberi langit suatu penampilan putih cerah. Cirrostratus juga bisa muncul bagaikan serabut.
Nih skrinsut nya:








Di Jakarta dulu sepertinya juga pernah terjadi fenomena HALO
ini bukan fenomena per daerah…